Minggu, 23 Maret 2014

makalah pengantar teknologi pendidikan





Bab I
Pendahuluan

A.Latar Belakang
Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan. Kehidupan tanpa pendidikan itu suram, karena apabila kita memiliki pendidikan maka, apa yang kita impikan dapat kita wujudkan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Pendidikan bertujuan untuk menjadikan kehidupan manusia kedalam lingkungan yang lebih baik. Namun dalam hal ini, walaupun pendidikan itu sudah ada dan terwujud, tetapi tidak semuanya dapat berjalan dengan efektif . Masih juga ada kendala-kendala yang sering terjadi didalam pendidikan.
Di zaman dewasa ini mutu pendidikan sangat penting, karena apabila pendidikan tersebut bermutu maka, para generasi yang dihasilkan pun semakin baik dan membanggakan bangsa dan negara. Mutu pendidikan sama dengan kualitas pendidikan.Mutu pendidikan dapat berjalan dengan baik apabila semua komponen pendidikan tersebut berjalan dengan efektif sesuai dengan yang diharapkan.
Salah satu yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan ialah dengan melakukan perubahan kurikulum pada pendidikan. Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Perubahan kurikulum tidak dapat diubah begitu saja, namun ada sebab-sebab yang mengatakan bahwa kurikulum tersebut patut diubah.
Perubahan kurikulum dalam sejarah indonesia mungkin sudah hal yang tidak asing lagi, perubahan kurikulum sudah beberapa kali diadakan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, dengan tujuan mencapai hasil yang maksimal . Perubahan kurikulum ini tidak diubah setiap tahun sekali, tetapi biasanya dilakukan sekitar 9 sampai dengan 10 tahun.Perubahan kurikulum itu disesuaikan dengan kondisi yang ada.Kurikulum dapat berubah, karena kurikulum tersebut bersifat dinamis, namun apabila kurikulum bersifat statis maka, itu lah kurikulum yang tidak baik.
Selain itu perubahan kurikulum didasari pada kesadaran bahwa perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas pengaruh global di zaman era globalisasi saat sekarang ini, kemudian perkembangan IPTEK, seni dan budaya.
Dalam perubahan kurikulum diperlukan evaluasi dalam segala aspek, mengenai tujuan, bahan, dan metode penyampaiannya. Setiap perubahan dalam satu aspek mempengaruhi aspek-aspek lain yang memerlukan perencanaan, pengembangan, dan penilaian kembali. Proses perbaikan akan terus berjalan, seirama dengan perkembangan masyarakatnya. Oleh sebab itu perubahan kurikulum merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dikarenakan perubahan kurikulum dilakukan sesuai dengan keadaan dan kondisi, kemudian dilakukan evaluasi yang mana evaluasi mempengaruhi segala aspek-aspek yang ada, sehingga apabila berhasil, secara langsung dapat berpengaruh terhadap mutu pendidikan.
Mutu pendidikan sering dipermasalahkan karena hasil pendidikan belum sesuai dengan taraf yang sudah ditetapkan dalam hal ini, mutu pendidikan merupakan salah satu masalah dalam pendidikan yang perlu diatasi dan setelah itu perlu ditingkatkan . Oleh sebab itu salah satu yang dilakukan adalah dengan melakukan perubahan kurikulum. Dalam hal ini, perubahan kurikulum juga dinilai dari kebutuhan manusia yang selalu berubah , dimana secara menyeluruh kurikulum tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan iklim ekonomi, politik dan kebudayaan. Pada gilirannya, perubahan kurikulum berdampak kepada kemajuan bangsa dan negara, salah satunya dalam mutu pendidikan.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang dirumuskan dalam perubahan kurikulum dalam meningkat mutu pendidikan ini adalah sebagai berikut :
1.      Menjelaskan konsep kurikulum!
2.      Menjelaskan tujuan perubahan kurikulum!
3.      Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kurikulum !
4.      Sebab –sebab kurikulum tersebut diubah !
5.      Pengaruh perubahan kurikulum terhadap mutu pendidikan!
C.Tujuan
Tujuan dari rumusan masalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Agar dapat mengetahui apa itu kurikulum
2.      Mengetahui sebab-sebab kurikulum itu di ubah
3.      Mengetahui tentang pengaruh kurikulum terhadap mutu pendidikan

D.Manfaat
Manfaat dari rumusan masalah diatas adalah sebagai berikut :
1.      Dapat menambah wawasan terhadap kurikulum pendidikan yang ada diindonesia
2.      Menambah pengetahuan umum








Bab II
Pembahasan

A.Konsep Kurikulum
Konsep kurikulum dalam arti luas terbagi atas tiga yaitu :
1.      Kurikulum esensial (essential curriculum)
Yaitu keterampilan pengetahuan minimal bagi semua orang didalam masyarakat. Kemajuan pencapaian harus diukur dengan teknik pengendalian mutu.
2.      Kurikulum Optimal (optimal curriculum)
Yaitu keterampilan dan pengetahuan yang harus dimiliki oleh setiap anak.
3.      Kurikulum Vokasional (vokational curriculum)
Yaitu keterampilan dan pengetahuan yang spesifik yang harus dimilki dan dikuasai semua anak.
Berdasarkan pengertian tradisional kurikulum
·         Menurut Roebert M. Hutchin yang mengatakan :
“ The curiculum should include grammar, theoric and logic, reading, and eddition, and mathematic at the secondary level introduce the great books of the western world.”
Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian kurikulum secara tradisional adalah sejumlah dari mata pelajaran atau ilmu pnegetahuan yang harus ditempuh, dijalani, dipelajari dan dikuasai oleh para peserta didik untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau untuk mendapatkan ijazah .

Bedasarkan pengertian modern kurikulum
·         Menurut Zakiah Daradjat bahwasannya kurikulum adalah
“all activities that are provided for studiedby the school constitut: is curriculum”atau dapat juga dikatakan “the term curriculum,,, include allmof the experience of children for which the schoolaccepts responsibity.”
Sedangkan pengertian kurikulum menurut UU SPN No 20 Tahun 2003 pada bab I pasal I (Muhammad. Joko,2007:82) yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.
Kurikulum dimulai sejak adanya kurikulum 1975 yang berpengaruh pada kurikululum 1984 dan 1994.



Komponen Kurikulum
Kurikulum memiliki empat komponen utama :
a.       Tujuan
Tujuan pendidikan nasional dapat dilihat dengan jelas pada UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa :”pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, cakap dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan institusional yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap jenis maupun jenjang sekolah atau satuan pendidikan tertentu.

b.      Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran berkenaan dengan penentuan materi pembelajaran, pendidik memiliki wewenang penuh menentukan materi pembelajaran, sebagaimana yang telah diterapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yaitu kesesuaian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. Dalam prakteknya untuk menentukan materi pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal berikut :
1.      Sahih (valid)
Dalam arti materi yang dituangkan dalam pembelajaran benar-benar telah teruji kebenaran dan kesahihannya.
2.      Tingkat Kepentingan
Materi yang dipilih benar-benar diperlukan peserta didik.
3.      Kebermaknaan
Materi yang dipilih dapat memberikan manfaat akademis maupun non akademis.
4.      Layak dipelajari
Materi memungkinkan untuk dipelajari,baik dari aspek tingkat kesulitannya (tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit) maupun aspek kelayakannya terhadap pemanfaatan materi dan kondisi setempat.
5.      Menarik Minat
6.      Materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut, menumbuhkan rasa ingin tahu sehingga memunculkan dorongan untuk mengembangkan kemampuan mereka.

c.         Strategi Pembelajaran
Dalam konsep teknologi pendidikan, pembelajaran adalah usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif terntu dalam diri tertentu.
Pembelajaran sebagai suatu sains menggunakan pendekatan sistem dalam pengembangannya. Pendekatan itu meliputi :
a)      Merumuskan tujuan
b)      Merumuskan strategi, teknik, media dll.
c)      Menetukan ukuran atau kriteria pencapaian dalam arti kualitas, kuantitas, waktu dan fasilitas.
Cara-cara yang digunakan dalam pembelajara disebut dengan berbagai istilah, seperti metode, teknik dan strategi.
Dalam hal ini, strategi pembelajaran adalah pendekatan menyeluruh pembelajaran dalam suatu sistem pembelajaran,yang berupa pedoman umum, dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum pembelajaran, yang dijabarkan dari pandangan falsafah dan atau teori belajar tertentu.
Dalam hal ini, dengan adanya perbedaan filsafat dan teori pendidikan yang melandasi pengembangan kurikulum dalam menentukan tujuan dan materi pembelajaran, berkonsekuensi terhadap penentuan strategi pembelajaran yang hendak dikembangkan.

Dengan demikian perlu adanya pemilihan strategi pembelajaran didasarkan pada pertimbangan berikut :
1.      Tujuan belajar : jenis dan jenjangnya
2.      Isi ajaran : sifat,  kedalaman, dan banyaknya
3.      Pembelajar : latar belakang, motivasi, serta kondisi fisik dan mental.
4.      Tenaga kependidikan : jumalah, kualifikasi, kompetensinya.
5.      Waktu : lama dan jadwalnya.
6.      Sarana yang dimanfaatkan
7.      Biaya
Strategi pembelajaran juga mempunyai unsur-unsur sebagai berikut :
1.      Tujuan umum pembelajaran yang ingin dicapai
2.      Teknik
Yaitu berbagai macam cara yang dilakukan untuk dapat mencapai tujuan umum.
3.      Pengorganisasian kegiatan belajar mengajar meliputi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan lainnya.
4.      Peritiwa pembelajaran
Yaitu penahapan dalam melaksanakan proses pembelajaran termasuk usaha yang perlu dilakukan dalam tiap tahap,agar proses itu berhasil.
5.      Urutan belajar
Yaitu penahapan isi ajaran yang diberikan agar lebih mudah dipahami.
6.      Penilaian
Yaitu alat atau instrumen yang digunakan untuk mengukur usaha dan hasil belajar.
7.      Pengelolaan kegiatan belajar meliputi bagaimana pola pembelajaran yang diselenggarakan.
8.      Tempa atau latar
Yaitu lingkungan dimana proses belajar mengajar berlangsung.
9.      Waktu
Yaitu jumlah dan jadwal berlangsungnya proses belajar mengajar.

d.        Evaluasi Kurikulum
Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
Berdasarkan pengertian sacara luas, evaluasi kurikulum dimaksud untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria.   Indikator kinerja yang dievaluasi tidak hanya terbatas pada efektifitas saja,  namun juga relevansi, efisiensi, kelayakan (feasiblity) program. Dalam evaluasi itu harus kpmpeten, menguasai bahan pelajaran, metodologi pelajaran, seluk- beluk kurikulum itu sendiri, metode penelitian dan panilaian, masalah inovasi, tujuan proyek,dan sebagainya.

Kesulitan-kesulitan evaluasi
Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan. Untuk itu diperlukan keterangan baik buruknya mutu pengajaran. Tanpa evaluasi perbaikan tidak mungkin. Karena setiap orang yang merasa bertanggung jawab atas usaha pendidikan wajib mengadakan evaluasi antarlain, guru sendiri, kepala sekolah, kanwil melalui inspeksi.
Mengadakan evaluasi banyak mengandung kesulitan, contohnya saja sebagai guru kita harus mengevaluasi kegiatan mengajar kita, menilai dan mengkritik diri sendiri memerlukan sikap objektif, kerendahan hati, dan keterbukaan untuk melihat dan mengakui kesalahan sendiri agar ada usaha untuk mencari cara-cara yang mungkin lebih berhasil.
Dalam suatu penilaian , tentu saja memerlukan biaya, waktu, dan tenaga, apalagi ruang lingkup yang harus dinilai itu sangat luas seperti efektivitas kurikulum, keserasian metode belajar mengajar, keberhasilan suatu pembaharuan,mutu pengajaran dalam semua bidang studi, dll.
Selain itu kesulitan yang terjadi dalam penilaian disebabkan juga oleh banyaknya variabel dalam situasi belajar yang mempengaruhi hasil belajar atau tujuan pelajaran seperti guru, metode mengajar, alat peraga dan fasilitas lainnya, suasana belajar, besar kelas, latar belakang murid,dan sebagainya.

Manfaat evaluasi
Evaluasi merupakan syarat mutlak untuk perbaikan.
Dalam hal ini evaluasi sangat bermanfaat dalam membuktikan hasil proses belajar mengajar. Kemudian bagi seorang guru evaluasi sangat bermanfaat untuk menginstropeksi dirinya dalam proses belajar mengajar, efektif atau tidaknya seorang guru dalam mengajar dan menyampaikan meteri kepada murid-muridnya disekolah.
Dengan adanya evaluasi, kita dapat menentukan berhasil atau tidaknya sesearang dalam pendidikannya.
Dengan adanya evaluasi dalam standar penilaian pendidikan, maka evaluasi mampu menetapkan standar penilaian, dengan demikian, standar itu dapat senantiasa ditingkatkan dan memang harus ditingkatkan dengan betambah tingginya mutu guru memantau penataran atau mutu pendidikan guru dengan bertambahnya fasilitas pendidikan serta kemampuan guru untuk memanfaatkannya.
Selain itu standar senantiasa ditingkatkan karena meningkatkannya ilmu pengetahuan dan teknologi serta kondisi hidup dalam abad kemajuan yang dinamis ini.


Keempat komponen kurikulum tersebut harus ada kesesuaian antar satu dengan yang lain. Isi sesuai dengan tujuan, metode sesuai dengan isi dan tujuan, demukian juga evaluasi sesuai dengan metode, isi, tujuan kurikulum.


B.Tujuan Perubahan Kurikulum
Perubahan yang dilakukan terhadap kurikulum tidak hanya perubahan yang dilakukan secara asal-asalan,namun perubahan terhadap kurikulum dilakukan memiliki alasan khusus kenapa kurikulum tersebut meski dilakukan perubahan.
Perubahan kurikulum dilakukan tidak tiap tahun sekali, namun perubahan kurikulum dilakukan dalam waktu yang cukup lama sekitar kuranglebih 9 sampai dengan 10 th. Dalam hal ini perubahan yang dilakukan terhadap kurikulum benar-benar sudah berdasarkan keputusan pemerintah. Salah satu alasan kurikulum diubah ialah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang saat sekarang ini relatif rendah, dan untuk maslah pendidikan yang lain, serta kurikulum tersebut juga harus mengikuti perkembangan zaman. Namun perubahan pada kurikulum juga dilihat berdasarkan kondisi dan keadaan masyarakat bangsa dan negara.
Tujuan dari perubahan kurikulum ini ialah adanya perubahan sosial yang terjadi di masyarakat maka beriplikasi pada perlunya perubahan kurikulum sehingga mengikuti dan memenuhi apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Jadi kurikulum sekolah harus dapat mengikuti perubahan dan perkembangan zaman, sebab jika tidak dilakukan perubahan maka pendidikan tidak dapat mengahasilkan generasi  berikut yang tanggap terhadap perkembangan.
Contohnya KTSP yang merupakan bentuk kurikulum baru yang sarat dengan perubahan. Hal ini dilakukan sebagai jawaban terhadap perlunya mengantisipasi perubahan masyarakat. Perubahan yang terjadi pada kurikulum tentunya juga harus diimbangi dengan perubahan dalam proses pembelajaran. Meskipun kurikulum berubah, tidak berarti otomatis akan terjadi perubahan dalam proses implementasi di lapangan. Perubahan tidak akan terjadi apabila guru sebagai pelaksana pendidikan tidak atau belum melakukan perubahan tersebut.

C.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kurikulum
Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan kurikulum menurut Soetopo dan Soemanto, yang mana faktor ini dipandang mendorong terjadinya perubahan kurikulum pada berbagai negara :
1.      Bebasnya sejumlah wilayah tertentu di dunia ini dari kekuasaan kaum kolonialis.
Dengan merdekanya negara-negara tersebut, mereka menyadari bahwa selama ini mereka telah dibina dengan sistem pendidikan yang sudah tidak sesuai lagi dengan cita-cita nasional merdeka. Untuk itu, mereka mulai merencanakan adanya perubahan yang cukup penting di dalam kurikulum dan sistem pendidikan yang ada.

2.      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sekali.
Di satu pihak, perkembangan dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah menghasilkan di temukannya teori-teori yang lama. Di lain pihak perkembangan didalam ilmu pengetahuan psikologi, komunikasi, dan lain-lain, menimbulkan ditemukannya teori dan cara-cara baru didalam proses belajar mengajar.

3.      Pertumbuhan yang pesat dari penduduk di dunia.
Dengan bertambahnya penduduk, maka makin bertambah pula orang yang membutuhkan pendidikan. Hal ini menyebabkan bahwa cara atau pendekatan yang telah digunakan selama ini dalam pendidikan perlu ditinjau kembali dan kalau perlu di ubah agar dapat memenuhi kebutuhan akan pendidikan yang semakin besar.

D. Sebab-sebab Kurikulum Diubah

Ada beberapa hal yang menyebabkan kurikulum itu dilakukan perubahan, adalah sebagai berikut :
1.      Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa di pengaruhi oleh perubahan-perubahan dalam faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kurikulum bersifat dinamis artinya bahwa kurikulum tersebut selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, dan kurikulum tersebut terbuka terhadap perkembangan yang ada.

2.      Kurikulum diubah bila ada tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Contohnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak-anak sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject cintered curriculum yang dianggap selalu bersifat adulatif (pembujukan)dan society-centered, pada tahun 40-an , sebagai akibat perang, asas masyaraktalah yang di utamakan dan kurikulum menjadi lebih society centered.

3.      Kurikulum berubah bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction ,pengajaran modul dan sebagainya.

4.      Adanya perubahan masyarakat, ekploitasi (ledakan) ilmu pengetahuan yang mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak relevan lagi, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum.











E.Pengaruh perubahan kurikulum dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Sebelum membahas pengaruh kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu mutu, istilah mutu atau kualitas pertama kali digunakan oleh Plato dan Aristoteles untuk menyatakan esensi suatu benda atau hal. Pengertian  mutu dapat dilihat dari dua segi, yaitu segi normatif dan segi deskriptif.
1.      Mutu dari segi normatif adalah ditentukan berdasarkan pertimbangan instrintik dan ekstrinsik, berdasarkan instrinsik mutu pendidikan merupakan produk (hasil) pendidikan, yaitu manusia yang terdidik yang sesuai dengan standar,berdasarkan kriteria ekstrinsik pendidikan merupakan instrument untuk mendidik (tenaga kerja) yang terlatih.
2.      Segi deskriptif mutu ditentukan berdasarkan keadaan yang nyata.

Salah satu tujuan perubahan kurikulum adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia. Karena kurikulum merupakan pedoman dalam proses pendidikan untuk itu di harapkan dengan adanya perbaikan kurikulum, untuk mampu meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia. Masalah mutu pendidikan merupakan salah satu dari masalah pendidikan nasional yang dihadapi oleh negara indonesia.
Berbagai usaha dan program telah dikembangkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan kurikulum dapat diperhatikan dengan dua petimbangan yaitu :
1.      Kriteria penilaian mutu pendidikan merupakan suatu untuk memenuhi kebutuhan para siswa, yang mampu memecahkan masalah mereka agar mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optmum. Oleh sebab itu, setiap program pada dasarnya mengandung mutu.
2.      Pertimbangan untuk perbaikan peranan sebagai agen perubahan tidak saja menuntut usaha evaluasi terus menerus terhadap pelaksanaan kurikulum di sekolah, tetapi juga harus bekerjasama dengan para staf agar aktif dalam usaha perbaikan mutu pendidikan. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan manusai terdidik, yakni manusia yang memiliki perilaku, cara berfikir, dan berkesadaran sesuai dengan kebudayaan masyarakat. Kriteria mutu pendidikan sejalan dengan tujuan-tujuan yang mengarah pelaksanaan pendidikan dalam kerangka sosio kultural. Penilaian terhadap mutu pendidikan berkenaan dengan sejauh mana sekolah telah berhasil mencapai tujuan-tujuan kognitif dan nonkognitif. Penilain terhadap mutu pendidikan pada tingkat nasional harus dilaksanakan secara komprehensif dan praktis. Komprehensif harus mempertimbangkan semua tujuan. Penilaian atas segi kognitif lebih muda dari pada terhadap segi non kognitif atau penilaian secara langsung lebih muda daripdada penilaian secara tak langsung.




Dalam rangka mengadakan kontrol (pengendalian) dan perbaikan terhadap mutu pendidikan sekurang-kurangnya dilakukan dengan lima cara, yaitu :
1.      Merumuskan tujuan umum pendidikan
2.      Mengembangkan tujuan umum pendidikan tersebut menjadi tujuan yang spesifik dan terperinci.
3.      Mengembangkan kurikulum yang dikaitkan dengan tujuan-tujuan spesifik dari sistem.
4.      Menyediakan fasilitas dan sumber daya termasuk bangunan,perlengkapan dan guru yang memungkinkan terlaksananya kurikulum tersebut.
5.      Mengadakan teknik-teknik khusus untuk mengontrol mutu pendidikan yang memungkinkan di selenggarakan evaluasi berkelanjutan terhadap hasil belajar yang hubungannya dengan tujuan-tujuan tersebut.

Secara umum kita sudah ketahui bahwa kurikulum merupakan aturan dan cara yang dipakai oleh sebuah lembaga pendidikan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu dari pada pendidikan. Kurikulum sangat penting dan memiliki pengaruh dalam pendidikan,ini  dikarenakan keberhasilan sebuah pendidikan untuk dapat mencetak output atau peserta didik yang bermutu dan baik ditentukan oleh kurikulum sebuah pendidikan. namun apabila kurikulum pendidikan yang kurang tepat bagi siswa atau sekolah justru akan memberi maslah-masalah baru dalam dunia pendidikan,karena kurikulum baru belum tentu sesuai dengan siswa ,bahkan mungkin siswa justru tidak siap dengan sistem baru yang mungkin dapat dapat menyusahkan mereka.
Namun sering kita lihat, bahwa negara kita indonesia sering sekali sistem pendidikannya digonta-ganti,dan kenapa tidak fokus dalam satu kurikulum saja? Hal ini pernah dijawab oleh dosen dasar ilmu pendidikan penulis, bahwa sebenarnya perubahan kurikulum tersebut tidak asal diganti-ganti saja, dalam hal ini perubahan kurikulum ini dilakukan disesuaikan dengan perkembangan zaman, dan kondisi masyarakatnya yang masih belum mampu melakukan perubahan kepada hal yang lebih maju. Jika kita fokus dalam satu kurikulum saja, berarti mutu pendidikan tidak akan berkembang,maka generasi yang dihasilkan akan ketinggalan dengan informasi terbaru. Perubahan kurikulum berkaitan dengan meningkatkan mutu pendidikan, apabila perubahan kurikulum disesuaikan dengan perkembangan zaman, maka generasi yang dihasilkan memiliki mutu yang tinggi .
Memang terkadang dengan pergantian kurikulum menyebabkan susahnya siswa untuk beradaptasi dengan kurikulum baru, namun pemerintah tetap melakukan perubahan, sebenarnya tujuan pemerintah melakukan hal seperti ialah untuk memperbaiki mutu pendidikan supaya bisa berkembang lebih baik dari sebelumnya.
Ternyata dalam perubahan kurikulum tidak semuanya dapat meningkatkan mutu pendidikan, hal ini dikarenakan hanya sebagaian saja yang menganggap perubahan kuirkulum tersebut mampu meningkatkan mutu pendidikan, namun sebagian lainnya menyatakan perubahan kurikulum berdampak negatif kepada sebagian siswa. Hal dikarenekan adanya siswa yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan kurikulum yang, sehingga mengakibatkan prestasi yang awalnya siuswa tersebut bagus, akhirnya menjadi menurun.
Di dalam sebuah lembaga pendidikan memilki banyak faktor yang semuanya berpengaruh pada mutu sebuah pendidikan seperti halnya kepala sekolah, guru atau tenaga pengajar,siswa didik dan bahkan sebuah lembaga itu sendiri. Untuk mendapatkan mutu pendidikan yang baik maka semua aktor dalam pendidikan harus berfungsi dengan baik, misalkan saja kepala sekolah, kepala sekolah adalah tombak keberhasilan sebuah sekolah dijelaskan dalam sebuah buku bahwa seseorang pemimpin adalah faktor penentu sebuah keberhasilan lembaga untuk memimpin sekolah dengan baik seorang kepala sekolah harus membina hubungan baik pula dengan atasannya seperti komite dan pemerintahan kepala sekolah juga harus mampu membina hubungan baik dengan bawahannya.dalam hal ini bawahannya.
Dalam peningkatan mutu pendidikatan disekolah setelah kepalah sekolah adalah guru. disini guru yang berkualitas dan profesional juga berperan penting dalam meningkatkan mutu siswanya. Karena keberhasilan itu ditunjang oleh guru yang profesioanl dan fasilitas yang ada. Guru yang profesional ialah guru yang dapat memberikan pelajaran dan dapat di terima oleh siswa dengan baik agar sebuah pelajarn dari guru dapat diterima dengan baik maka seorang guru harus memilkihubungan yang baik dengan siswanya.
Faktor ketiga dalam peningkatan mutu pendidikan adalah siswa atau peserta didik untuk memajukan sebuah mutu pendidikan sebuah sekolah harus memiliki siswa yang bermutu dalam hal pelajaran dan lainnya. Dalam hal ini,siswa yang bermutu adalah siswa yang mampu menerima pelajaran dengan baik. siswa yang mau belajar dengan giat dan kritis dalam setiap pelajaran yang ia ikuti, hal ini dapat diwujudkan dengan banyak bertanya kepada guru atau teman serta evaluatif terhadap mata pelajarannya.
Faktor lain dalam peningkatan mutu pendidikan adalah fasilitas sekolah yang memadai, sehingga mampu mengembangkan kreativitas siswanya.

Ada beberapa orang berpendapat bahwa kurikulum sebelum yakni kurikulum KTSP tidak berhasil dalam pelaksanaannya, oleh sebab itu diganti dengan kurikulum 2013,menurut salah seorang dosen pendidikan menyatakan,bahwa sebenarnya kurikulum KTSP telah berhasil dalam proses pelaksanaannya meningkatkan mutu pendidikan ,dan kenapa mesti dirubah? Menurut nya kurikulum tersebt diubah karena disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian perubahan kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan memiliki dampak positif dan dampak negatif menurut sebagian khalayak. Tetapi secara umum kurikulum berpengaruh penting terhadap peningkatan mutu pendidikan di indonesia, hal ini sebabkan karena kurikulum dijadikan sumber,pedoman,dan patokan dalam pendidikan di indonesia.
Secara umum agar perubahan kurikulum tidak berdampak buruk terhadap sebagian siswa,maka konsep perubahan kurikulum yang tepat dan baik dapat dilakukan dengan konsep AGIL, sehingga sistem dalam kurikulum baru yang dapat diterima oleh guru dan siswa serta dapat di jalankan dengan baik oleh lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang di inginkan bersama, supaya mutu pendidikan semakin baik dan berkembang.


Bab III
Penutup

A.Kesimpulan

Bahwa dapat disimpulkan begitu pentingnya kurikulum dalam pendidikan di indonesia. Karena kurikulum dijadikan sebagai sumber dan pedoman dalam pendidikan untuk menjalankan kegiatan pendidikan. dalam hal ini perubahan kurikulum sering terjadi,namun perubahan tersebut sebenarnya bertujuan untuk meningkat mutu pendidikan di indonesia. Perubahan kurikulum disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan zaman pada saat sekarang. Karena kurikulum itu bersifat dinamis,dinamis berarti kurikulum tersebut mampu mengikuti perkembangan zaman dan menyesuaikan nya dengan perkembangan zaman.

Secara umum meski banyak yang beranggapan perubahan kurikulum membuat masalah masalah baru dalam pendidikan, namun tetap tujuan awal dari perubahan kurikulum adalah meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam meningkatkan mutu pendidikan ada beberapa faktor yang wajib ikut berperan aktif yaitu sebgai berikut :
a.       Kepala sekolah dan staf bawahannya
b.      Guru yang profesional
c.       Siswa yang aktif dan kreatif
d.      Fasilitas yang memadai
e.       Masyarakat sekitar sekolah

Ada beberapa cara yang dilakukan dalam perubahan kurikulum pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu sebagai berikut :
1.      Merumuskan tujuan umum pendidikan
2.      Mengembangkan tujuan umum pendidikan tersebut menjadi tujuan yang spesifik dan terperinci.
3.      Mengembangkan kurikulum yang dikaitkan dengan tujuan-tujuan spesifik dari sistem.
4.      Menyediakan fasilitas dan sumber daya termasuk bangunan,perlengkapan dan guru yang memungkinkan terlaksananya kurikulum tersebut.
Mengadakan teknik-teknik khusus untuk mengontrol mutu pendidikan yang memungkinkan di selenggarakan evaluasi berkelanjutan terhadap hasil belajar yang hubungannya dengan tujuan-tujuan tersebut.
Dapat kita simpulkan bahwa apabila suatu pendidikan tersebut memilki mutu pendidikan yang baik, maka generasi yang dihasilkan pun berkualitas dan sangat bermanfaat didunia luar bangsa dan negaranya.
B.Saran
Bahwa sebenarnya perubahan kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan itu sangat penting,karena apabila mutupendidikan bagus,maka benih yang dihasilkan pasti baik.




                                   





















Daftar  Pustaka
Syaodah, Nana dan Sukmadinata. 2001. Pengembangan Kurikulum, Teori  dan Praktek.Bandung: Rosdakarya
Miarso Yusufhadi. 2011. Menyemai Benih Pendidikan. Jakarta : Kencana.
Nasution .1982. Teknologi Pendidikan. Bandung : Bumi Aksara
Sukorini,indriati : Dampak Perubahan Kurikulum Pendidikan Terhadap Mutu Pendidikan.
( 16 maret 2009 di akses dari indriatisukorini.wordpress.com)
Hayat Bahrul dkk. 2009. Mutu Pendidikan . Jakarta : Bumi Aksara.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar